
Halo sobat Berlico,
Konsumsi gula sering kali tidak disadari karena tidak hanya berasal dari makanan yang terasa manis. Banyak makanan kemasan, minuman siap saji, dan camilan mengandung gula dalam jumlah cukup tinggi. Padahal pola makan tinggi gula dapat meningkatan risiko penyakit kronis, seperti diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung.
Kementerian Kesehatan RI mengungkap fakta mengkhawatirkan mengenai penyebaran penyakit diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. Berdasarkan data terbaru, angka prevalensi penyakit ini di wilayah DKI Jakarta telah menyentuh 12,8 persen. Persentase tersebut menunjukkan bahwa satu dari delapan warga di ibu kota kini berstatus sebagai penyandang diabetes.
Saat ini, obesitas merupakan penyakit metabolisme kronis yang konsisten menduduki peringkat lima besar masalah kesehatan di Indonesia. Data ini ditemukan secara konsisten melalui program Cek Kesehatan Gratis.
Pada bulan April 2026 lalu, Kemenkes menerbitkan Aturan Nutri Level untuk Tekan Konsumsi Gula Berlebih di tengah tren minuman manis kekinian di masyarakat. Hal ini menjadi langkah baru yang cukup progresif dalam mengubah pola konsumsi masyarakat Indonesia agar hidup lebih sehat.
Melansir dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kebijakan ini resmi diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 yang diterbitkan pada 14 April 2026. Aturan tersebut mewajibkan pencantuman label gizi berupa “Nutri-Level” pada pangan siap saji, khususnya minuman manis yang diproduksi oleh usaha skala besar.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebijakan tersebut diambil sebagai upaya edukasi untuk mencegah konsumsi gula, garam dan lemak (GGL) yang berlebih sehingga menimbulkan berbagai risiko penyakit tidak menular, termasuk obesitas, hipertensi, penyakit kardiovaskular, stroke, dan diabetes tipe 2. Akibat konsumsi GGL yang berlebihan selama ini, beban pembiayaan kesehatan untuk penyakit terkait GGL terus meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Empat penyakit dengan beban pembiayaan terbesar BPJS Kesehatan berkaitan dengan konsumsi GGL berlebih. Salah satunya adalah gagal ginjal, yang beban pembiayaannya meningkat lebih dari 400%, dari Rp2,32 triliun pada 2019 menjadi Rp13,38 triliun pada 2025.
Mengenal Klasifikasi Label Gizi Nutri-Level dari Kemenkes
Nutri-Level merupakan sistem pelabelan gizi berbasis tingkat yang dirancang untuk memudahkan masyarakat memahami kandungan nutrisi dalam makanan atau minuman secara cepat. Sistem ini akan menggunakan empat level utama, yaitu A hingga D, yang masing-masing disertai kode warna:
- Level A berupa kombinasi huruf A dengan warna hijau tua;
- Level B berupa kombinasi huruf B dengan warna hijau muda;
- Level C berupa kombinasi huruf C dengan warna kuning; atau
- Level D berupa kombinasi huruf D dengan warna merah
Nutri-Level
Penentuan nutri-level didasarkan pada kandungan gula, garam, dan lemak jenuh per 100 mL pangan olahan siap saji berupa minuman.

Sumber : Kepmenkes 301
Level A memiliki kandungan GGL yang lebih rendah dibandingkan level B, level B memiliki kandungan GGL yang lebih rendah dari pada level C, dan seterusnya.
Pencantuman Nutri Level berdasarkan pernyataan mandiri pelaku usaha terhadap kandungan GGL dari hasil pengujian laboratorium pemerintah atau laboratorium lain yang terakreditasi.
Keberadaan label ini diharapkan mendorong pelaku usaha untuk melakukan reformulasi produk agar mendapatkan label yang lebih baik. Dengan kata lain, bukan hanya konsumen yang sedang diedukasi saja, tetapi juga produsen didorong untuk berinovasi untuk lebih sehat.
Kebijakan Nutri-Level ini pada akhirnya bukan sekadar label, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pola makan sehat.
Dengan informasi yang lebih transparan dan mudah dipahami, masyarakat diharapkan bisa membuat keputusan konsumsi yang lebih bijak dan bisa mengatur pola konsumsi yang lebih sehat.
Tips Mengurangi Konsumsi Gula
Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan sehari-hari untuk mengurangi konsumsi gula, yakni:
- Kurangi kebiasaan menambahkan gula ke makanan
- Biasakan minum air putih
- Batasi konsumsi makanan olahan
- Batasi karbohidrat
- Konsumsi camilan sehat
- Perbanyak konsumsi serat
- Cukupi asupan protein
- Pilih alternatif pemanis lain yang lebih sehat
- Kelola stres dengan baik
Nah sobat Berlico, mulai sekarang yuk batasi konsumsi gula agar tetap sehat sampai tua. Jangan lupa olahraga dan cukup istirahat ya.
Salam sehat selalu,
Berlico
Sumber:
- https://kemkes.go.id/id/wamenkes-obesitas-penyakit-kronis-pintu-utama-diabetes-dan-komplikasi-mematikan-
- https://www.alodokter.com/7-cara-mengurangi-konsumsi-gula-yang-mudah-dilakukan
- https://www.kemkes.go.id/id/kemenkes-terbitkan-aturan-untuk-cegah-konsumsi-gula-berlebih
- https://goodstats.id/article/label-nutri-level-resmi-diluncurkan-jurus-baru-kemenkes-tekan-konsumsi-gula-berlebih-di-indonesia-kTeN0
