
Halo sobat Berlico,
Hantavirus adalah kelompok virus yang menyebabkan gangguan pada paru-paru (hantavirus pulmonary syndrome) atau pembuluh darah dan ginjal (hemorrhagic fever with renal syndrome). Virus ini dibawa dan disebarkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya. Meski begitu, penularan infeksi hantavirus antarmanusia sangat jarang terjadi.
Penyakit hantavirus tergolong jarang terjadi, namun dapat berbahaya. Tingkat kematian akibat hantavirus pulmonary syndrome (HPS) sekitar 40% dan pada hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) sekitar 5–15%.
Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menyampaikan bahwa hingga saat ini Indonesia belum menemukan kasus HPS. Kasus yang terkonfirmasi di Indonesia merupakan tipe HFRS dengan strain Seoul Virus.
Berdasarkan data Kemenkes, sepanjang 2024 hingga 2026 tercatat 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS yang tersebar di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, hingga Nusa Tenggara Timur. Tren konfirmasi juga menunjukkan peningkatan, dari 1 kasus pada 2024 menjadi 17 kasus pada 2025 dan 5 kasus hingga Mei 2026.
Penyebab Infeksi Hantavirus
Berikut ini adalah sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan seseorang terinfeksi hantavirus:
- Menyentuh feses, liur, atau urine, dari tikus yang terinfeksi hantavirus
- Menghirup partikel udara yang mengandung hantavirus
- Mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi hantavirus
- Mengalami luka akibat gigitan tikus yang terinfeksi hantavirus
- Menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah kontak dengan benda yang terkontaminasi hantavirus.
Faktor risiko hantavirus
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terinfeksi hantavirus adalah:
- Tinggal di rumah atau area yang terdapat banyak tikus
- Memiliki pekerjaan yang dapat sering berkontak dengan tikus atau cairan yang dikeluarkannya, seperti industri konstruksi atau jasa pengendalian hama
- Memiliki hobi berkemah, mendaki gunung, berburu, atau melakukan aktivitas lain yang memiliki potensi tinggi untuk berkontak dengan tikus
Gejala Infeksi Hantavirus
Gejala hantavirus umumnya baru muncul sekitar 1–8 minggu setelah seseorang terpapar dan terinfeksi virus tersebut. Keluhan yang timbul bisa berbeda-beda, tergantung organ yang diserang.
-
Hantavirus pulmonary syndrome (HPS)
Pada tahap awal, HPS akan menimbulkan gejala berupa: demam, meriang dan tidak enak badan, sakit kepala, mual dan muntah, sakit perut dan diare, nyeri otot, rasa lelah.
Bila dibiarkan dalam waktu beberapa minggu, penderita HPS akan mengalami gejala berikut: demam, batuk, sesak napas atau sulit bernapas, detak jantung cepat, nyeri dada, seperti terikat kuat.
Pada tahap lanjut, penderita HPS akan mengalami pembengkakan pada paru atau edema paru yang dapat menyebabkan syok dan berakibat fatal.
-
Hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS)
Beberapa gejala awal yang bisa muncul saat seseorang mengalami HFRS adalah: demam, sakit kepala berat, rasa sakit pada punggung dan perut, kelelahan, pandangan kabur, kemerahan di wajah, ruam di kulit.
Pada tahap lanjut, HFRS akan menimbulkan beberapa gejala lain yaitu: tekanan darah rendah, perdarahan, gangguan aliran darah (syok), kebocoran plasma, gagal ginjal akut.
Pengobatan Infeksi Hantavirus
Tidak ada pengobatan antivirus spesifik atau vaksin berlisensi untuk infeksi hantavirus. Perawatan bersifat suportif dan berfokus pada pemantauan klinis yang ketat serta penanganan komplikasi pernapasan, jantung, dan ginjal.
Pencegahan Infeksi Hantavirus
Cara terbaik untuk mencegah infeksi ini adalah dengan menghindari faktor-faktor terpapar infeksi hantavirus. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:
- Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun
- Menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja
- Menutup lubang yang memungkinkan hewan pengerat masuk ke dalam bangunan
- Menyimpan makanan dengan aman
- Menggunakan praktik pembersihan yang aman di area yang terkontaminasi oleh hewan pengerat
- Menghindari penyapuan kering atau penyedotan kotoran hewan pengerat
- Membasahi area yang terkontaminasi sebelum dibersihkan
Nah sobat Berlico, jika mengalami gejala-gejala di atas, terutama jika baru saja kontak atau bersentuhan dengan cairan tubuh tikus, segera ke dokter ya, agar mendapat penanganan yang tepat sehingga komplikasi dapat dicegah. Dan jangan lupa, selalu terapkan PHBS agar infeksi dapat dicegah.
Salam sehat selalu,
Berlico
Sumber:
- https://www.kemkes.go.id/id/antisipasi-peningkatan-kasus-kemenkes-perkuat-kewaspadaan-virus-hanta
- https://www.alodokter.com/hantavirus
-
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hantavirus
