
Halo sahabat Berlico,
Di penghujung tahun 2025 lalu, Kemenkes mengungkap 5 (lima) penyakit dengan kasus tertinggi sepanjang tahun 2025 dimana penyakit diare akut menduduki peringkat kedua setelah ISPA, dengan dengan total 3.843.736 kasus. Kemenkes mencatat, jumlah kasus diare akut mengalami kenaikan pada 2024 hingga awal 2025 dibandingkan tahun 2023.
Diare merupakan penyakit ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar >3 kali sehari disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi lebih cair atau setengah padat) dengan atau tanpa lendir atau darah. Penyebabnya terutama karena bakteri, virus, dan parasit yang biasa menyerang pada bayi dan anak.
Penyebab Diare pada Anak
Penyebab diare anak bermacam-macam, sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus. Penyebab lain adalah infeksi bakteri dan parasit, keracunan makanan, alergi, efek samping obat serta gangguan penyerapan makanan. Kondisi yang dapat memicu anak mengalami infeksi ini adalah kondisi lingkungan yang buruk, kebersihan lingkungan dan sanitasi yang buruk, pajanan pada sampah yang padat serta musim kemarau karena patogen di saluran air yang bertambah.
Penanganan Diare pada Anak
Penanganan diare pada anak fokus pada pencegahan dehidrasi yakni, memberikan ASI lebih sering dan lebih lama dari biasanya (untuk anak dibawah usia 6 bulan), pemberian oralit untuk mencegah dehidrasi sampai diare berhenti (untuk anak diatas usia 6 bulan) dan pemberian obat Zinc.
Zinc diberikan sekali sehari selama 10 – 14 hari berturut-turut meskipun diare sudah berhenti. Hal ini berdasarkan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF. Dosis yang dianjurkan yakni 10mg/hari untuk anak usia kurang dari 6 bulan, dan 20mg/hari untuk anak usia 6 bulan keatas.
Dalam sebuah penelitian yang melibatkan sebanyak 516 orang anak yang berusia 6 – 59 bulan yang menderita diare, didapatkan bahwa anak-anak yang diobati dengan Zinc mengalami pemulihan yang jauh lebih cepat dibandingkan anak-anak yang tidak menerima Zinc (durasi diare berkurang sekitar 20-25%). Di sisi lain, risiko episode parah yang berlangsung > 7 hari berkurang sebesar 20%. Penurunan jumlah total buang air besar berkisar antara 18% hingga 59% pada anak-anak yang diobati dengan Zinc dibandingkan dengan kelompok plasebo. Pemberian Zinc sebagai terapi diare akut pada anak dapat mengurangi parahnya diare, mengurangi durasi dan mencegah berulangnya diare 2 sampai 3 bulan ke depan.
Salam sehat,
Berlico
Sumber:
- https://surveilans.kemkes.go.id/berita/laporan-mingguan-situasi-terkini-penyakit-infem-dan-potensial-klb-wabah-m52-2025
- https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4129/mengenal-diare-pada-anak
- https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/493/hal-penting-tentang-diare-pada-anak-yang-patut-orangtua-ketahui
-
Efficacy and safety of zinc sulfate to reduce the duration of acute diarrheic disease between 6 and 59 months of age

