Berlico Mulia Farma

Tips MengASIhi dengan ASI yang Mencukupi

Jun 15, 2021 02:02 oleh Berlico Content Manager
Kembali ke listing

Halo sahabat berlico,
Air Susu Ibu (ASI) adalah anugerah Tuhan sebagai satu-satunya makanan terlengkap dan sempurna bagi seorang bayi. Inisiasi menyusu dini dan menyusui secara eksklusif membantu bayi bertahan hidup dan membangun antibodi yang mereka butuhkan agar terlindung dari berbagai penyakit yang sering terjadi pada masa kanak-kanak, seperti diare dan pneumonia. Bukti-bukti juga menunjukkan bahwa anak yang mendapatkan ASI memperlihatkan hasil yang lebih baik pada tes inteligensi, kemungkinan mengalami obesitas dan kelebihan berat badan lebih kecil, dan kerentanan mengalami diabetes semasa dewasa kelak lebih rendah. Peningkatan angka ibu menyusui secara global berpotensi menyelamatkan nyawa lebih dari 820.000 anak usia balita dan dapat mencegah penambahan 20.000 kasus kanker payudara pada perempuan setiap tahunnya.
Sayangnya pemberian ASI eksklusif (hanya ASI selama 6 bulan) di Indonesia masih memprihatinkan. Berdasarkan data WHO, di Indonesia hanya 1 dari 2 bayi berusia di bawah 6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif, dan hanya sedikit lebih dari 5 persen  anak yang masih mendapatkan ASI pada usia 23 bulan. Artinya, hampir setengah dari seluruh anak Indonesia tidak menerima gizi yang mereka butuhkan selama dua tahun pertama kehidupan. Lebih dari 40 persen bayi diperkenalkan terlalu dini kepada makanan pendamping ASI, yaitu sebelum mereka mencapai usia 6 bulan, dan makanan yang diberikan sering kali tidak memenuhi kebutuhan gizi bayi.
Ada beberapa alasan yang menyebabkan pemberian ASI ekslusif tidak terpenuhi. Namun yang sering terjadi adalah ibu mengeluh ASI tidak keluar. Sebetulnya itu hanyalah sindrom ASI kurang. Karena ternyata dari 100 ibu yang mengeluh ASI kurang, hanya 1 persen di antaranya yang benar-benar tidak bisa memproduksi ASI karena kendala anatomis atau masalah di payudara, misalnya kelenjar susu tidak terbentuk sebanyak wanita normal, operasi plastik atau pernah mengalami trauma pada payudara, sehingga tidak berfungsi dengan baik.

Nah bagi Anda yang mengalami sindrom ASI kurang, berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memperbanyak produksi ASI agar kebutuhan bayi bisa terpenuhi.

  1. Tingkatkan frekuensi menyusui
    Salah satu cara agar memperlancar produksi ASI dan membuatnya lebih banyak yakni dengan meningkatkan frekuensi menyusui. Proses ini biasa dikenal dengan nama let down reflex yang membantu merangsang kontraksi pada otot-otot payudara. Alhasil, ASI bisa mengalir dengan lancar sehingga bisa menjadi cara memperbanyak dan memperlancar produksi ASI. Prinsip ini sama seperti hukum penawaran dan permintaan (supply and demand). Artinya, semakin banyak permintaan jumlah persediaan juga akan mengikuti sehingga semakin meningkat pula. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menganjurkan untuk membangunkan bayi jika sedang tidur dan belum menyusui selama 4 jam.
  2. Ciptakan lingkungan yang nyaman selama masa menyusui
    Terlalu cemas, stres, bahkan depresi selama masa menyusui bisa mempengaruhi produksi ASI sehingga menggagalkan cara Anda untuk membuat produksi ASI agar lebih banyak. Usahakan untuk menciptakan lingkungan yang tenang dan santai saat menyusui agar tubuh dan pikiran lebih nyaman. Anda bisa menyempatkan diri untuk melakukan meditasi, menonton film favorit, maupun melakukan teknik pernapasan dalam. Bukan hanya Anda yang merasa senang, hal ini juga akan berdampak pada kemampuan menyusu si kecil sebagai cara memperbanyak produksi ASI.
  3. Rutin memompa ASI agar produksi lebih banyak
    Ketika bayi sedang tidak menyusu maupun sudah kenyang menyusu tapi payudara masih terasa kencang, Anda bisa mengeluarkan ASI dengan cara dipompa menggunakan pompa ASI. Lalu simpan ASI perah tersebut untuk jadwal menyusui bayi selanjutnya agar tetap awet. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, semakin banyak permintaan akan semakin banyak pula persediaannya. Oleh karena itu, rutinlah menyusui si kecil dan memompa ASI ketika payudara mulai terasa kencang. Cara ini bisa membantu agar produksi ASI lebih banyak karena payudara yang kosong akan terus memproduksi ASI terus-menerus.
  4. Perhatikan perlekatan (latch on) bayi selama menyusu
    Jika selama menyusui ASI tidak keluar terlalu banyak dan berbeda dengan saat dipompa, mungkin perlekatan yang dilakukan bayi selama ini kurang tepat. Percaya atau tidak, perlekatan yang sesuai saat menyusui bisa menjadi satu dari beberapa cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI. Latch on atau perlekatan adalah menempatkan mulut bayi dengan puting susu di posisi menyusui yang tepat. Tujuan utama latch on sebenarnya untuk mencegah munculnya luka, nyeri, bahkan sakit pada puting susu ibu karena posisi isapan bayi yang kurang tepat. Namun sebenarnya, latch on yang tepat juga bisa menjadi cara memperbanyak produksi ASI. Jika isapan bayi pada puting susu ibu tidak pas, otomatis produksi ASI yang keluar dari payudara juga tidak begitu banyak. Begitu pula sebaliknya, ketika latch on bayi pada puting susu ibu sudah tepat, ASI yang keluar akan lebih optimal.
  5. Menyusui dari kedua sisi payudara
    Cara untuk memperbanyak produksi ASI lainnya bisa dilakukan dengan membiarkan bayi menyusu secara bergantian pada kedua sisi payudara. Biarkan bayi menyusu dari sisi payudara pertama hingga berhenti dengan sendirinya baru kemudian berikan sisi payudara yang lain. Adanya stimulasi atau rangsangan yang sama pada kedua sisi payudara dapat menjadi cara untuk memperlancar produksi ASI. 
  6. Usahakan kebutuhan zat gizi tercukupi dengan baik
    Tak mau ketinggalan, zat gizi yang Anda dapatkan dari sumber makanan harian juga harus tercukupi dengan baik. Bukan hanya baik bagi kesehatan Anda, memastikan kebutuhan zat gizi telah tercukupi juga bisa menjadi cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI. Makanan bergizi yang mengandung vitamin dan mineral penting yaitu buah-buahan, sayuran hijau, daging, ayam, ikan, telur, dan lainnya penting untuk memperbanyak ASI. Selain itu, ibu menyusui perlu banyak minum untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh setiap harinya. Agar lebih optimal, Anda disarankan untuk minum setidaknya delapan gelas per hari dan sebaiknya tidak kurang dari jumlah tersebut.
  7. Melakukan pijat payudara untuk memperlancar produksi ASI
    Sambil menyusui, Anda dapat melakukan pijat payudara Anda secara perlahan untuk memperlancar produksi ASI. Teknik pijat sebagai cara untuk memperbanyak atau memperlancar produksi ASI bisa dilakukan mulai dari sisi luar payudara ke arah bagian dalam. Memijat payudara dengan cara yang benar selama 30 menit dalam kurun waktu 10 hari pasca melahirkan bisa membantu agar ASI lancar. Pijat payudara juga ampuh untuk mencegah sekaligus meredakan nyeri, pembengkakan, mastitis, dan infeksi pada payudara. Menariknya lagi, memijat payudara dengan cara yang tepat juga bisa membantu tubuh merasa lebih rileks dan nyaman. Selain pijat payudara, ibu juga bisa melakukan pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI. Pijat oksitosin adalah pijatan yang dilakukan di sepanjang tulang belakang sebagai upaya untuk melancarkan produksi ASI. Dinamakan pijat oksitosin karena pijatan ini mampu memicu pengeluaran oksitosin yang merupakan hormon yang membuat ASI lebih lancar.
  8. Mengonsumsi daun katuk
    Daun katuk adalah makanan ibu menyusui yang populer karena memiliki manfaat untuk memperlancar air susu ibu (ASI). Diketahui bahwa kandungan daun katuk bisa meningkatkan hormon yang mempengaruhi produksi ASI, yakni hormon prolaktin dan oksitosin. Kedua hormon ini merangsang alveoli payudara untuk menyerap lebih banyak protein, gula, dan lemak dalam darah. Semua nutrisi ini nantinya digunakan untuk memproduksi ASI. Kemudian, jaringan sel yang mengelilingi alveoli akan menekan kelenjar dan mendorong ASI ke saluran yang disebut duktus. 
    Penelitian yang pernah dilakukan pada kelompok ibu melahirkan dan menyusui bayinya dengan pemberian ekstrak daun katuk 3 x 300mg/hari dapat meningkatkan produksi ASI 50,7% lebih banyak dibandingkan dengan yang tidak diberi ekstrak daun katuk.
    Nah, salah satu suplemen makanan yang mengandung ekstrak daun katuk adalah ASIKU. Tiap kapsul ASIKU mengandung ekstrak Sauropus androgynus Folium 300 mg atau setara dengan 24.000 mg daun katuk segar. Sangat praktis dan higienis.

Itulah beberapa tips meningkatkan produksi ASI, ternyata mudah bukan? Jadi, tidak ada lagi alasan untuk tidak memberikan ASI pada bayi agar optimal pertumbuhan fisiknya, sempurna perkembangan kecerdasannya, dan baik perkembangan psikologisnya ya. Dengan mengASIhi, (menyusui/memberikan ASI dengan penuh kasih) , berarti Ibu sudah membantu bayi meraih masa depannya yang lebih cemerlang. Semangat mengASIhi yaa..

Salam sehat,

Berlico

Sumber:

Sa’roni dkk. 2004. Effectiveness of  the sauropus androgynous (L.) Merr leaf extract ini increasing mother’s breast milk production. Media Litbang Kesehatan Vol XIV No 3:20-24
http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/MPK/article/view/903
https://www.who.int/indonesia/news/detail/03-08-2020-pekan-menyusui-dunia-unicef-dan-who-menyerukan-pemerintah-dan-pemangku-kepentingan-agar-mendukung-semua-ibu-menyusui-di-indonesia-selama-covid-19
https://hellosehat.com/parenting/bayi/menyusui/cara-memperbanyak-produksi-asi/
https://www.alodokter.com/kenali-beragam-cara-meningkatkan-jumlah-asi-perah
https://www.alodokter.com/memperbanyak-asi-demi-mencukupi-kebutuhan-bayi
https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/manfaat-daun-katuk